Publikasi » Detail

Tepati Janji Politik Penyaluran Bibit Sawit & Pupuk, Pemkab Basel akan Alokasikan Anggaran Miliaran Rupiah Setiap Tahunnya

Detail Publikasi

https://www.kabarbabel.com/2021/10/12/tepati-janji-politik-penyaluran-bibit-sawit-pupuk-pemkab-basel-akan-alokasikan-anggaran-miliaran-rupiah-setiap-tahunnya/

TOBOALI, KABARBABEL.COM – Sektor pertanian dan perikanan masuk di dalam tiga program prioritas pembangunan daerah yang diusung Bupati Kabupaten Bangka Selatan Riza Herdavid dan Wakil Bupati Debby Vita Dewi dalam mengarungi roda pemerintahan lima tahun kedepan.

Dimana pada sektor pertanian tersebut, ada program peningkatan kesejahteraan masyarakat sesuai janji kampanye Riza-Debby ketika menang dalam Pilkada beberapa waktu lalu berupa penyaluran bantuan pupuk dan bibit sawit unggul merata.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Basel Herman mengatakan, saat ini progres program penyaluran bantuan pupuk dan bibit sawit unggulan merata sedang dalam proses pengadaan barang dan jasa.

“Jadi kita memang skemanya itu ada di dinas pertanian, tapi pada intinya bahwa apa yang dijanjikan itu akan bisa kita wujudkan. Karena memang sawit adalah salah satu dari tiga komoditas unggulan Basel,” ujarnya, Selasa (12/10) siang.

Herman mengatakan, untuk di tahun ini pemda akan mengalokasikan anggaran untuk merealisasikan program bantuan pupuk dan bibit sawit unggulan merata sebesar Rp1,3 miliar dan ini akan dilakukan secara kontinyu setiap tahun.

“Tahun depan kita akan lebih konsisten, karena itu adalah janji politik karena itu adalah agenda prioritas pimpinan daerah maka selama periode pimpinan Pak Riza dan Ibu Debby setiap tahun akan ada kegiatan penyaluran sawit dan pupuk,” katanya.

Lebih lanjut anggaran, anggaran sekitar Rp1 miliar hingga Rp1,3 miliar akan dialokasikan terus setiap tahunnya untuk merealisasikan penyaluran bibit sawit dan pupuk kepada masyarakat di seluruh kecamatan yang menjadi basis perkebunan di Basel.

“Nanti yang menerima bantuan ini ialah para petani yang tergabung dalam kelompok tani atau poktan. Skemanya itu kembali ke dinas terkait yang mengatur kerjasama dengan desa yang menjadi basis perkebunan di Bangka Selatan,” jelasnya.(dev)

Bagikan:

Publikasi Lainnya: